New Challenge: Shortlisted Australia Awards Indonesia intake 2017

Kemarin malam setelah shalat Isya mendadak group beasiswa “AAS Hunter” ramai karena salah satu peserta-nya sudah mendapatkan email pengumuman. Mules? Deg-degan? Gemeteran? Itu pasti. Setelah guling-guling karena ketidakpastian.. Sebuah email masuk.

AAS email 2
:”)

 

Alhamdulilah.. Praise to God the Almighty.ย I just remember I was so happy, excited and also thrilled!!

Happy and excited because I know being chosen from 3000 applicants to 600 is HUGE thing. Dan apalagi, fyi, this is my third attempt nyobain beasiswa Australia Awards.

Thrilled because the real battle will begin as soon as possible. Lulus tahap pertama tentu saja boleh senang, tapi perjuangan masih panjang. Dan harus dipersiapkan dengan baik.

Post ini saya dedikasikan sebagai refleksi proses mencari beasiswa yang saya jalani ini cukup berliku-liku. Kalau dirunut dari awal mencoba (tahun 2014), I already faced many rejections and failures. Mungkin enggak semua saya share disini hanya beberapa yang menurut saya memberikan banyak pengalaman dan mungkin bisa diambil pelajarannya buat yang lain #azek ๐Ÿ™‚

Dan di post ini, setelah mendapatkan email semalam, saya benar-benar merasakan baiknya Allah SWT. Saya ingat saat semalam sebelum pengumuman LPDP batch 1 2016, dalam sujud saya berdoa kepada Allah kira-kira seperti ini, “apabila saya tidak lulus LPDP, berarti Allah percaya saya mampu dan kuat untuk menghadapinya dan menjalankan plan B saya”. Terdengar pesimis ya? :)) Tapi saat itu situasinya memang serba tidak pasti. Dan bener aja kan gak lulus huhu hihi haha. ๐Ÿ˜€

Saya ingat saya seperti mematikan semua sensor emotional saya saat itu. Walaupun menangis itu pasti, tapi saya tidak membiarkan diri saya bersedih lama-lama. Ada yang mengatakan saya kuat bahkan denial. Tapi saya tahu, saya hanya bersikap ignorance. And it helps me to focus. Apalagi 2 minggu kemudian saya harus ujian IELTS lagi. Kemudian menyelesaikan aplikasi-aplikasi beasiswa dengan deadline yang berdekatan serta mepet. No times for sadness.

Menemukan banyak teman seperjuangan sangat membantu saya mendewasakan diri dan melihat dari sudut pandang yang berbeda dalam proses beasiswa ini. Ada banyak hal yang saya pelajari dari kegagalan saya. Terkadang kita berpikir kita yang paling mengenal diri kita. Tapi penting banget untuk meminta pandangan dari orang lain untuk bisa menilai diri kita sendiri. Memiliki teman diskusi dan support group adalah ‘hadiah’ dari kegagalan LPDP. Now I have many new friends that very kind and helpful :))) (love you all, you know who you are).

Disini gue sadar, apa yang gue capai bukan karena kekuatan gue 100% tetapi ada bantuan-bantuan dari pihak lain. Orang tua dan adik yang support dan percaya akan kemampuan gue, beberapa kawan yang bersedia di repot-kan untuk proofreading, mereka yang bersedia berbagi ilmu, doa-doa dari yang dikenal maupun tidak, dan tentu saja ijin Allah SWT. Saya percaya, apa yang terjadi saat ini terjadi atas kehendak Allah SWT. I remember one late night with a friend we talked about this topic.

Oleh karena itu tulisan ini dipersembahkan untuk mereka yang telah memberikan kekuatannya kepada saya serta kepada kalian, untuk terus maju dan jangan menyerah.

Perjuangan masih panjang. Masih ada ujian IELTS dan interview yang harus saya lewati. Sebelum menerima email di atas sehabis sholat isya saya ingat doa saya: “ya Allah, kalau memang Allah mengijinkan dan percaya saya mampu untuk menjalani seleksi selanjutnya, semoga saya mendapatkan kabar baik dari Australia Awards untuk proses selanjutnya“.

Insya Allah… If God’s will… FIGHT TAMI!!!

Ps: bagi yang bertanya-tanya, tahun ini yang shortlisted mendapatkan email jadwal IELTS terlebih dahulu baru kemudian (kasus saya keesokan harinya sebelum jam 12 siang) mendapatkan email pengumuman dari AAS nya. ๐Ÿ™‚

AAS email 1

Bismillah.. Semangat buat kawan-kawan lain yang shortlisted juga (hey 599 others). Dan saya bahagia banget dua kawan dekat saya lolos shortlisted, sampai menitikan air mata.. Allah Maha Baik :)) ย โคย 

Advertisements

2 thoughts on “New Challenge: Shortlisted Australia Awards Indonesia intake 2017

  1. Assalamualaikum mba tammi
    Saya firna dari aceh,
    salam kenal ๐Ÿ˜ƒ
    Oia Apakah ada link grup shortlisted aas 2017 ya?
    Kalo ada apakah itu wa line atau telegram mohon info nya mbak

    • Halo Firna, salam kenal ya. Kontak kamu sudah aku kasih ke yang punya grup untuk persiapan shortlisted ya.. dan grup itu kebetulan khusus Aceh memang. ๐Ÿ™‚ goodluckk!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s