Belajar dari Kegagalan (Part 1) – Seleksi LPDP Batch 1 2016

As I promise to myself, I will write my LPDP selection process eventhough it didn’t end well.

Proses seleksi beasiswa LPDP Batch 1 tahun 2016 merupakan proses terakhir yang bisa saya coba karena LPDP memiliki batasan maksimal 2x untuk mengikuti beasiswa ini (untuk yang gagal seleksi administrasi dapat mencoba berulang kali tanpa batasan, aturan tersebut hanya bagi mereka yang gagal di tahap kedua). Kenapa 2x? Dari hasil cakap-cakap dengan kawan yang bekerja di LPDP, untuk mengimbangi peminat yang banyak setiap tahunnya 2x adalah batas yang diberikan untuk melihat kesungguhan seseorang untuk mendapatkan beasiswa ini. Kesempatan pertama melihat keniatan seseorang dalam proses. Kesempatan kedua melihat kesungguhan untuk memperbaiki kesalahan pertama. Kesempatan ketiga tidak diberikan karena kata dia “kalau di kesempatan kedua dia tidak berhasil, sudah cukup membuktikan kalau dia tidak bisa memperbaiki diri”. Apakah benar demikian? Pada blog ini dan seri selanjutnya saya akan jabarkan satu-satu 🙂

Buat yang belum mengetahui apa itu beasiswa LPDP, mari saya jelaskan. Seperti yang dikuti dari website mereka, LPDP adalah Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan yang dibawah tanggung jawab Menteri Keuangan. Sesuai amanat UUD 1945 bahwa sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN adalah untuk fungsi pendidikan. Pemerintah dan DPR RI pada tahun 2010 melalui UU Nomor 2 tahun 2010 tentang APBN-P 2010 menyepakati bahwa sebagian dana dari alokasi dana fungsi pendidikan dalam APBN-P tersebut dijadikan sebagai Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola dengan mekanisme pengelolaan dana abadi (endowment fund).

Beasiswa LPDP ini terdiri dari Beasiswa Pendidikan Indonesia (Magister/Doktor/Spesialis Kedokteran), Beasiswa Tesis dan Disertasi, dan Beasiswa Afirmasi (untuk daerah 3T – Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Kalau terpilih LPDP tidak hanya membayarkan kuliah kamu selama setahun atau dua tahun ke depan, tetapi juga memberikan biaya hidup yang cukup. Beasiswa ini sangat tinggi peminatnya. Bahkan LPDP sendiri sudah memiliki ‘nama’ yang bagus sebagai pengelola dana pendidikan yang reliable di mata Universitas-universitas di Luar Negeri. Dengan jadwal seleksi selama 4x dalam setahun (dapat dilihat di sini), kesempatan yang diberikan sangat luas dan terbuka bagi kamu yang ingin melanjutkan sekolah kembali.

Karena saya mengikuti Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Magister Luar Negeri, maka saya hanya akan menjelaskan mengenai persyaratan bagi beasiswa tersebut.

Sasaran Bidang Ilmu BPI (urutan sesuai prioritas) adalah sebagai berikut:

  1. Bidang Teknik,
  2. Bidang Sains,
  3. Bidang Pertanian
  4. Bidang Kelautan dan Perikanan,
  5. BIdang Kedokteran dan Kesehatan,
  6. Bidang Akuntansi dan Keuangan,
  7. Bidang Hukum,
  8. Bidang Agama,
  9. Bidang Pendidikan,
  10. Bidang Sosial,
  11. Bidang Ekonomi,
  12. Bidang Budaya, Seni dan Bahasa,
  13. Bidang lainnya

Sementara, BPI juga memili tema prioritas sebagai berikut:

  1. Kemaritiman,
  2. Perikanan,
  3. Pertanian,
  4. Ketahanan Energi,
  5. Ketahanan Pangan,
  6. Industri Kreatif,
  7. Manajamen Pendidikan,
  8. Teknologi Transportasi,
  9. Teknologi Pertahanan dan Keamanan,
  10. Teknologi Informasi dan Komunikasi,
  11. Teknologi Kedokteran dan Kesehatan,
  12. Keperawatan,
  13. Lingkungan Hidup,
  14. Keagamaan,
  15. Ketrampilan (Vokasional),
  16. Ekonomi/Keuangan Syariah,
  17. Budaya/Bahasa,
  18. Hukum Bisnis Internasional

Seleksi LPDP terdiri dari Seleksi Administrasi dan Seleksi Wawancara, Leaderless Group Discussion dan On The Spot Essay. Post pertama ini saya akan menjelaskan khusus mengenai seleksi administrasi terlebih dahulu. Dan karena saya lulus administrasi, semoga yang saya tulis ini bermanfaat lebih bagi kalian sehingga dapat lulus syarat administrasi.

Seleksi Administrasi merupakan proses dimana kalian memenuhi syarat administrasi sesuai yang diminta LPDP dan menulis essay yang disyaratkan dengan tepat. Secara umum (yang dicontek dari Buku Panduan Pendaftaran Beasiswa) adalah ini syarat-syaratnya (detail bisa dilihat secara langsung di Buku Panduan):

PERSYARATAN UMUM

  1. WNI (dibuktikan dengan KTP, bukan SIM apalagi Passpor);
  2. Telah menyelesaikan studi program sarjana atau magister bagi pelamar Doktor. (dibuktikan dengan Ijazah dan Transkrip);
  3. Memiliki karakter kepemimpinan, profesionalisme, nasionalisme, patriotisme, integritas, kepercayaan diri, kegigihan, kemandirian, kematangan dalam mengelola emosi dan kemampuan beradaptasi (bisa dibuktikan saat kalian menulis essay, mengisi CV, dan wawancara nanti);
  4. Berpatisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan/keilmuan/inovasi/kreasi/budaya (bisa dibuktikan saat kalian menulis essay, CV dan wawancara nanti);
  5. Bersedia menandatangani surat pernyataan yang menyatakan beberapa poin penting (detail dilihat sendiri ya di Buku Panduan). Salah satu-nya adalah bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai studi. Jadi yang berpikir untuk bekerja di Luar Negeri setelah selesai kuliah, re-think about it. Kalian dibiayai oleh institusi Indonesia dan kalian diharapkan kembali untuk berkontribusi di Indonesia. Tapi kan berkontribusi bisa dimana saja? Well, yes I do agree with that, but goodluck to find a good argument of it;
  6. Telah mendapatkan izin dari atasan bagi yang sedang bekerja (ada formatnya dan dapat ditandatangani. Poin ini banyak didiskusikan apakah perlu atau tidak. Walaupun setelah mendapat beasiswa akan resign, poin ini penting untuk menunjukan keseriusan dan komitmen kamu dengan ‘suwon’ ke atasan tempat bekerja);
  7. Surat Keterangan Berbadan Sehat, Bebas Naroba dan Bebas TBC –> TBC hanya untuk yang mau ke LN yang dinyatakan oleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah (ini akan sangat high cost karena biaya yang tidak sedikit, serta takes time karena proses yang lama, jadi sediakan waktu dan biaya untuk mendapatkan syarat ini);
  8. Mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum bekerja/atasan bagi yang sudah bekerja (saya meminta rekomendasi dari dosen dan atasan saya di tempat bekerja saat ini, rekomendasi kalau bisa diberikan oleh orang yang benar-benar mengenal kinerja serta kualitas diri kamu);
  9. Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP (saya mendaftar bidang ilmu sosial karena saya berencana melanjutkan sekolah di University of Melboourne mengambil Development Studies. Walaupun LOA tidak wajib akan menjadi nilai plus);
  10. Memilih program studi dan Perguruan Tinggi sesuai dengan ketentuan LPDP (bisa dilihat di sini);
  11. Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: (i) Kontribusi bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang, dan akan saya lakukan untuk masyarakat/lembaga/instansi/profesi komunitas saya; (ii) Sukses terbesar dalam hidupku;
  12. Apabila terdapat pemalsuan data atau dokumen maka pendaftar dinyatakan gugur dan tidak berhak mendaftar lagi di LPDP (they always find out, so be honest guys);
  13. Menyerahkan Surat Berkelakuan Baik/Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang dibawa saat proses wawancara (belum pernah bikin SKCK? Syaratnya adalah fotokopi KTP, KK dan pas foto 4×6 sebanyak 5 buah. Kemudian membuat surat ijin Kelurahan (dimana harus didahului surat ijin RT dan RW) dan silahkan buat di Polres daerah sesuai KTP kalian)

PERSYARATAN KHUSUS (khusus pelamar magister)

  1. Usia maksimum pelamar 35 tahun pada 31 Desember di tahun pendaftaran;
  2. Telah selesai studi pada program sarjana;
  3. Memiliki Letter of Acceptance (LOA) Unconditional;
  4. Jika tidak memiliki LOA Unconditional, maka pendaftar wajib memiliki IPK Minimum 3,00 pada skala 4 dan memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku. (untuk LN maka skor minimal TOEFL ITP® 550/TOEFL iBT® 79/ IELTS™ 6,5/TOEIC® 750);
  5. Jadwal rencana perkuliahan dimulai paling cepat 6 bulan setelah penutupan pendaftaran di setiap periode seleksi (misalkan: saya mendaftar di batch 1 dimana penutupan pendafaran bulan Januari maka kuliah paling cepat adalah bulan Juli);
  6. Sanggup menyelesaikan program studi sesuai masa studi yang berlaku, paling lama 2 (dua) tahun;
  7. Memiliki dokumen resmi TPA/GRE/GMAT/LSAT (jika ada);
  8. Menulis rencana studi sesuai program studi magister pada perguruan tinggi tujuan (500-700 kata).

Proses tahapan seleksi administrasi LPDP adalah secara online. Jadi kalian membuat akun terlebih dahulu di web ini, untuk petunjuknya kalian bisa download dokumen Download User Manual.

Isi lah pertanyaan dan CV dengan selengkap-lengkapnya. Kalau ditanya gaji, maka ditulis saja gaji-nya. Beberapa kawan menulis skripsi mereka di bagian penelitian (karena memang kan skripsi juga meneliti). Kemudian nanti ada beberapa dokumen yang wajib di upload yaitu:

  1. Ijazah Sarjana (S1)
  2. Transkrip Nilai Sarjana (S1)
  3. Rencana Studi
  4. Sertifikat Bahasa Asing yang diakui LPDP dan masih berlaku
  5. Surat Pernyataan
  6. Surat Ijin Belajar sesuai format LPDP (bagi yang sedang bekerja)
  7. Surat Rekomendasi sesuai format LPDP
  8. LOA Conditional/Unconditional (bagi yang memiliki)
  9. KTP
  10. Surat Keterangan Berbadan Sehat, Bebas Narkoba dan Bebas TBC

Essay Kontribusi bagi Indonesia, Rencana Studi dan Sukses Terbesar dalam Hidupku akan dicantumkan sesuai format dalam tabel yang terpisah di web tersebut.

Karena Batch 1 tahun 2016 kemarin merupakan kesempatan kedua saya untuk mengikuti proses LPDP maka saya melakukan perbaikan di seleksi ini. Sebelumnya saya belum memiliki LOA, saat ini saya sudah memiliki LOA Unconditional. Dan paling penting adalah menulis essay dengan tepat.

Pada proses ini saya dan beberapa kawan (Hai Ferry, Nicko dan Ina) membentuk support group. Fungsi dari support group adalah selain untuk memotivasi juga untuk mengkoreksi satu sama lain, khususnya pada penulisan essay. Nicko merupakan kawan yang saya kenal di kantor, Ferry dan Ina adalah teman Nicko di pekerjaan dia sebelumnya (mereka Indonesia Mengajar fyi, high qualified person banget yang jelas haha). Perspektif mereka sangat membantu saya dalam proses penulisan essay. Essay yang kalian upload sangat penting dan krusial, karena saat proses wawancara nanti jawaban kalian akan dikorelasikan kembali dengan essay yang kalian tulis. Jadi sebisa mungkin menulis sejujurnya sesuai apa yang kamu inginkan. Essay adalah proposal kalian untuk kalian presentasikan saat wawancara.

Beruntung di Booklet Panduan Pendaftaran Beasiswa terdapat bagian Panduan Penulisan Essay sehingga memudahkan kalian dalam penulisan.

Essay 1: Kontribusi Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat/lembaga/instansi/profesi komunitas saya (500 – 700 kata) yang meliputi:

  • Deskripsikan diri Saudara
  • Deskripsi kontribusi yang telah, sedang dan akan Saudara lakukan untuk masyarakat/lembaga/instansi/profesi dan komunitas
  • Deskripsikan mimpi Saudara tentang Indonesia masa depan
  • Deskripsikan peran apa yang akan Saudara lakukan
  • Deskripsikan cara Saudara mewujudkan mimpi tersebut

Tips: definisi kontribusi bisa sangat luas dan personal, setiap orang memiliki pengalamanya sendiri. Saran saya adalah saat menulis essay ini bisa menarik benang merah kontribusi yang kalian lakukan dengan jurusan dan universitas yang kalian tuju. Perkuat dengan pengalaman kalian yang pernah kalian lakukan. Poin mimpi Indonesia di masa depan serta bagaimana cara mewujudkan mimpi tersebut sangat penting untuk melihat sebesar besar anda ingin berkontribusi di Indonesia ke depannya nanti. Yang paling penting reliable.

Essay 2: Sukses Terbesar dalam Hidupku (500 – 700 kata)

Tidak ada poin khusus karena definisi sukses berbeda-beda. Ada yang pernah menulis soal keberhasilan dia gagal move on, ada yang menulis soal memimpin organisasi, ada yang soal keberhasilan meraih mimpi dia. Poinnya adalah, menurut saya pribadi, bagaimana kita bisa mengatasi kesulitan dan berhasil menyelesaikannya. Tidak ada sukses yang muncul tanpa resiko. Well, tapi pengalaman tiap orang berbeda juga sih hihi. Saran saya coba buat definisi sukses versi kamu sendiri, berawal dari definisi tersebut kamu bisa memulai menulis dengan pengalaman kamu.

Essay 3: Rencana Studi (500 – 700 kata) yang meliputi:

  • Deskripsikan rencana perkuliahan dan sks per-semester yang akan ditempuh hingga selesai studi
  • Deksripsikan topik yang akan Saudara tulis dalam tesis (bagi yang akan melanjutkan Master by Research, yang memilih Coursework bisa didetailkan topik yang menjadi minat anda untuk diselami)
  • Deskripsikan aktivitas di luar perkuliahan yang akan Saudara lakukan selama studi

Tips: rencana studi adalah menunjukan sebesar besar kamu mengenal tujuan studi kamu serta linkage dengan studi s1, pekerjaan saat ini dan rencana kontribusi ke depan. Paling utama adalah mengedepankan alasan kenapa kamu ingin melanjutkan sekolah kamu di uni dan program studi yang kamu tuju. Kenapa harus  uni dan program tersebut. Apa yang membuat berbeda dari program yang sama di uni berbeda.

Overall, dalam menulis ada satu metode penulisan yang biasa saya gunakan yaitu STAR (Situation, Task, Act dan Result). Situation, atau situasi apa yang ada saat itu. Task, atau tugas apa (bisa juga permasalahan) yang dibutuhkan untuk diselesaikan. Act, atau tindakan yang kalian pilih untuk menyelesaikan si Task. Dan terakhir, Result, atau hasil apa yang kalian dapatkan.

Proses menulis ada baiknya meminta saran dari teman yang berpengalaman. Proses menulis dan perbaikan berulang kali adalah hal yang wajar. Walaupun banyak saran dan kritik yang akan kalian dapatkan, usahakan untuk teguh dengan apa yang kalian percaya. Karena pada akhirnya yang tahu dengan kemauan kalian adalah diri kalian sendiri. Saran dan kritik membantu kalian dalam proses pembentukan tersebut. Namun, berpeganglah dengan kepercayaan kalian sendiri. 🙂

Saran lainnya ada baiknya menyelesaikan form aplikasi sebelum deadline mengingat traffic web yang sangat tinggi.

Semoga membantu dan goodluck buat kawan-kawan yang sedang dalam proses seleksi administasi. If need any help and question just leave your question below or email me at prasetyo.tammi@gmail.com. I will be more than happy to help all of you. ❤

Bon courage!

Advertisements

3 thoughts on “Belajar dari Kegagalan (Part 1) – Seleksi LPDP Batch 1 2016

  1. selamat malam, terima kasih sudah berbagi informasi. saya mau tanya, untuk jadwal rencana perkuliahan itu adalah essai rencana studi atau beda lagi ya? terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s