Zembo

[Tulisan ini ditulis tahun 2011 dan pernah di post di blog lama saya. Tonight while I’m writing an essay for my scholarship, I found this old post and I wanted to share this one in here as a reminder for me to pursue my dreams. They are the reason why I choose my path right now. Because, life should make an impact not just an income]

If I could wake up in a different place, at a different time, could I wake up as a different person?” – Chuck Palahniuk

Zembo menurut kamus bahasa Ende (emangnya ada?) artinya gemuk. Entah pada minggu keberapa ada salah satu anak yang mulai berani mengatai gue kakak zembo a.k.a kakak gendut. Walaupun kesal, tetapi dalam hati sedikit senang karena itu pertanda mereka sudah mulai tidak sungkan kepada gue.

Bisa dikatakan hidup gue disana selalu dikelilingi oleh anak-anak kecil. Mungkin pengaruh dari salah satu program yang gue bawa dan menjadi tanggung jawab gue yaitu Rumah Kreatif. Dan karena 80% pengunjung rumah kreatif adalah anak-anak kecil jadi otomatis interaksi banyak dilakukan kepada anak-anak. Hal yang tidak mungkin gue lakuin ketika di Jakarta.

Tadinya gue ingin menulis dengan menggebu-gebu dan menggambarkan bagaimana kedekatakan kami—gue dan anak-anak kecil disana. Bagaimana gue sayang banget dan jatuh hati dengan kepolosan anak-anak disana. Walaupun mereka terlihat bandel dan nakal, tetapi pada dasarnya mereka masih anak-anak. Bagaimana sedihnya gue ketika gue selalu memperhatikan kalau baju yang mereka pakai selalu baju yang sama selama dua hari berturut-turut, karena mereka tidak bisa sering-sering mencuci baju karena minim air. Bagaimana mirisnya gue ketika tahu alasan mengapa mereka senang sekali ke rumah kreatif karena mereka memang minim hiburan dan kehidupan disana sangat monoton. Bagaimana pedihnya gue ketika anak sekecil itu ikut kerja proyek mengangkat-angkat batu… dan banyak hal lainnya.

Pulau yang indah ini tidak hanya sekedar indah pemandangannya tetapi penuh dengan anak-anak yang jiwanya penuh dengan kebahagiaan dan keceriaan. Bahagia yang sesungguhnya. Bagaimana pertemanan di antara anak-anak disana juga sangat erat. Bagaimana mereka saling menjaga satu sama lain. They’re such a keeper 🙂

Kesenangan pertama yang enggak akan gue dapat ketika di Jakarta adalah ketika nama gue di panggil oleh anak-anak. Ketika gue sedang berjalan menyusuri pantai. Berjalan ke desa sebelah. Pergi ke kios (warung) untuk berbelanja. Pulang ke rumah. Akan selalu ada anak yang menyapa gue dengan ceria. Tidak hanya itu, terkadang ada satu atau dua anak yang menghampiri dan menemani gue berjalan. Dan anak-anak tersebut memiliki nama yang selamanya terpatri di hati gue.

Ada Ambar, yang paling centil tetapi sangat dekat sudah seperti adik perempuan sendiri.
Ada Tanto, walaupun rambutnya mohawk dan akhirnya dipotong pendek seperti Ronaldo, dia yang paling mendengarkan ketika kakak-kakak ini berbicara.
Ada Nas, yang walaupun mukanya gahar kayak preman tetapi dia selalu mengatakan hati-hati untuk menjaga barang-barang di rumah kreatif.
Ada Faruk, isengnya setengah mati, jagoan kandang, walaupun malu disuruh maju kedepan untuk membacakan tulisannya tetapi akhirnya mau menunjukan kebolehannya menari ja’i.
Ada Rizal, adiknya Faruk, walaupun dikatai banci dan jailnya setengah mati, dia yang paling rajin membaca di antara teman-temannya.
Ada Affan, si ganteng satu ini yang paling suka mengatai Zembo, tetapi nangis juga ketika ditinggal pergi.
Ada Malindo, my favorite boy, sahabatnya dari ‘adik laki-laki’ gue disana. Si pelindung and for somehow reason he’s being so sweet to me–us.
Ada Teddy, yang senyumnya paling manis.
Ada Rolland, si arab lucu satu itu.
Ada kakak beradik Fariq-Fajar, yang sangat berbeda satu sama lain.
Ada Donna yang khas dengan sepatu pink-nya padahal laki-laki.
Ada Yulmin, yang sangat baik mau membantu membereskan buku-buku di rumah kreatif yang selalu berantakan setiap sore.
Ada geng perempuan si nona besar, annisa, carmilla, dan banyak lagi yang rajin berlatih menyanyi dan menari.
Kemudian ada anak-anak pitik yang selalu ngerecokin dimana-mana. Seperti lilis, yang walaupun dikatai pencuri sebenarnya anaknya baik hati. Adiknya lilis juga yang sangat cantik. Ada as dan endu, dua bocah 2 tahun yang selalu mengikuti gue pergi kemana-mana.
Dan banyak lagi nama-nama yang tidak bisa disebutkan satu-satu.

Bayangan mereka sampai saat ini tidak bisa hilang di pikiran gue. Bayangan ketika kita semua bermain di laut yang surut ketika sore hari mengumpulkan banyak bintang laut. Ketika anak-anak laki bermain bola di pantai dengan dilatari jejak sunset yang fantastis. Berlatih tari dan nyanyi hingga larut malam untuk persiapan pentas kreatif. Bayangan mereka berjalan bergerombol menuju TPA untuk mengaji. Bayangan mereka sedang di sumur dan mandi bersama ketika menjelang maghrib. Ketika kita semua tertawa di rumah kreatif. Mengajarkan anak-anak itu bermain catur yang benar. Ketika gue sok-sokan melatih mereka sepak bola. Dan ketika malam perpisahan di rumah yang dipenuhi dengan tawa dan kami menghabiskan malam dengan berfoto bersama. Ketika pagi-nya gue harus pamit kepada mereka semua, gue belum pernah menangis sekeras itu dan belum pernah ditangisi sekeras itu. Siangnya ketika menelpon anak-anak itu, dan mereka masih menangis. Terutama anak-anak SMP yang tidak sempat berpamitan.

Gue jatuh hati terhadap sekelompok anak-anak yang gue kenal kurang dari satu bulan tetapi selamanya mereka akan selalu ada di hati gue. Senang mengenal kalian semua, senang pernah menjadi bagian hidup satu sama lain, walaupun entah kapan kakak bisa ketemu kalian lagi. Tetapi kapanpun konsep waktu yang tidak terbatas itu, kalau Allah SWT mengijinkan kita bertemu kembali… kakak sangat ingin kalian telah tumbuh menjadi manusia dewasa yang telah melompat tinggi menggapai impiannya masing-masing, seperti apa yang pernah kalian tulis dan kita sama-sama tempel di dinding rumah kreatif. Jangan pernah matikan mimpi kalian, ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s