It’s Okay To Be Not Okay

INSIDE-OUT-18

Have you watched the newest Pixar/Disney movie Inside Out? I must say that one was a very enchanting movie. Brilliant. It’s time Disney create a movie based on “what if feeling have feeling”.

As human, I must say that how brain works its quite complex. Especially related to feeling, emotion! Menurut gue brilian karena film ini bisa membuat orang lain paham mengenai cara kinerja emosi yang cukup kompleks. Tokoh utama dari film ini adalah 5 jenis emosi yang terdapat di diri Riley, seorang anak umur 11 tahun. Secara sederhana film ini menjelaskan bahwa ada 5 emosi dasar di setiap diri manusia yaitu: Joy, Sad, Anger, Fear dan Disgust.

Umur 11 tahun merupakan umur yang cukup kompleks karena merupakan umur transisi dari emosi anak kecil menuju remaja. Apalagi ketika dihadapkan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya. Dan film Inside Out bisa menggambarkan dengan baik mengapa bisa terjadi respons emosi seperti yang dialami Riley.

Dalam film ini diceritakan bahwa dari kelima emosi tersebut, Joy menjadi team leader untuk mengendalikan emosi Riley. So, Riley is a cheerful girl, friendly, goofy, and lovable. Until, one day, their parents decided to move to other city. San Fransisco. Perubahan pertama yang sangat signifikan bagi Riley yang berumur 11 tahun. Karena berarti dia harus pergi meninggalkan kota yang dia cintai, teman-temannya serta klub hockey. Belum lagi San Fransisco tidak seperti yang diharapkan (dalam bayangan anak umur 11 tahun yes). Rumahnya lebih kecil, mobil pindahan yang membawa barang-barangnya nyasar ke kota lain, makanannya tidak enak (a brocoli in pizza, I feel so sorry). And so on.

Joy berjuang untuk tetap membuat Riley berpikiran positif dan bahagia. Namun, Sad (yang menurut pengakuannya) merasa di luar kendali untuk melakukan kontrol atas pikiran Riley sampai Riley menangis di depan kelas saat perkenalan diri. Riley berubah. She’s not a cheerful girl anymore. Perubahan itu yang membuat Joy dan Sad berkonflik sehingga mereka terlempar dari Headquarters. Dan emosi Riley dikendalikan oleh Anger, Fear dan Disgust.

Oke, spoilernya cukup sampai disini haha. My point is, film ini menggambarkan kalau boleh kok sesekali untuk merasa unhappy, mellow or sad. Karena ketika kita memaksakan diri untuk tetap happy dan tidak memberikan ruang untuk emosi yang lain, akan terjadi ketidaksinkronan kita dalam merespons perubahan ataupun kejadian di sekitar kita.

Pasca nonton Inside Out di sekeliling gue pun jadi demam dengan teori-teori psikologi dan human behavioral. Salah satu artikel yang menarik gue baca adalah ini. Kalau temen gue sendiri komentar kalau film ini bisa menjelaskan kenapa akhirnya banyak komedian yang bunuh diri. Because sometimes orang-orang yang punya image sebagai ‘happy people’ dipaksa untuk terus menerus merasa ‘happy’. Dan mereka dianggap ‘aneh’ kalau tidak keliatan ‘happy’ seperti biasa. Seperti yang dialami oleh Riley. Karena image-nya, orang tuanya expect Riley untuk terus menerus menjadi good girl dan happy padahal yang dialami-nya berhak untuk membuatnya merasa tidak senang (remember, she’s only 11 years old).

So, the message I got from this movie is it’s okay to be not okay. It’s okay to give a space for yourself, to admit that everything sometimes don’t go as your plan, sometime’s world is rude, and life seems unfair. Admitting is first stage before you understand. Dan di film ini, Sad dibutuhkan untuk kita lebih memahami. Untuk bersimpati.

Sadness-understand

Ada yang belum nonton film ini? Go watch it and you won’t regret it.

Once again, Disney and Pixar always gave best collaboration. Well done. 🙂

Advertisements

One thought on “It’s Okay To Be Not Okay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s