IELTS? Difficult or Easy?

Sebagai salah satu pejuang beasiswa #cailah, maka tidak ada salahnya menulis mengenai proses mengejar beasiswa tersebut. Lagian, sharing is caring and of course I would be very happy if someone found this post helpful. Anyway, kenapa topik pertama adalah IELTS? Karena tentu-nya, apabila memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri syarat yang utama (bagi sebagian besar) adalah mengikuti English Proficiency Test. Kalau dulu jaman SMA dan kuliah, TOEFL adalah momok yang sangat menakutkan. Ternyata lembaga yang mengadakan TOEFL dianggap kurang capable untuk menguji kemampuan Bahasa Inggris karena tersangkut sebuah kasus, maka ujian IELTS pun menggeser momok TOEFL tersebut.

Pengalaman gue sendiri dalam menjalani proses persiapan dan ujian IELTS sebenarnya adalah tahun 2014. Alhamdulilah, hasil IELTS yang dicapai paling enggak melewati ambang minimal. Rata-rata pihak universitas atau beasiswa mensyaratkan nilai IELTS overall score 6.5 dengan masing-masing test tidak boleh dibawah 6. Tapi ada beberapa universitas yang mensyaratkan harus memiliki nilai IELTS 7.

I know I maybe not the expert of this IELTS things, but let me share some helpful stuffs for you who want to study abroad and need to pass the test.

Jadi apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menjalani test IELTS?

  1. Tahu tujuan kamu. Apakah ingin melanjutkan sekolah? Kalau iya, dimanakah tujuan Universitasnya. Di setiap web universitas mensyaratkan IELTS yang berbeda-beda. You should check it first before set the target.
  2. Siapin modal. Yep. Test IELTS selain tidak mudah adalah tidak murah. Biaya test-nya sendiri adalah USD 195. Dengan dollar yang sedang melambung tinggi saat ini maka USD 195 bila dibayar dengan kurs rupiah menjadi sekitar IDR 2,5jutaan. Bukan tidak mungkin kamu ujian lebih dari sekali karena tidak mencapai hasil yang dibutuhkan. Belum lagi kalau ikut kursus persiapan IELTS.
  3. Tentukan jadwal ujian. Dalam setahun terdapat jadwal ujian yang sudah ditentukan oleh beberapa lembaga yang menyelenggarakan IELTS test seperti IALF , IDP dan British Council. Dengan menentukan jadwal ujian, kamu jadi tahu butuh berapa lama untuk mempersiapkan diri. Dan hey, menentukan jadwal ujian sangat penting karena hasil IELTS keluar 2 minggu setelah ujian selesai. Siapa tahu kamu butuh hasil IELTS cepat kan?
  4. Ketahui tipe belajar kamu. Apakah kamu tipe otodidak yang bisa belajar sendiri? Atau butuh bimbingan? Kalau gue sendiri adalah tipe orang yang butuh dibimbing. Bukan berarti tidak bisa belajar sendiri ya. But at least you know you walk on the right path. And you have someone or a tutor to discuss. Join a preparation class will give you a chance meet new friends who has same dreams and will encourage each other to get the best result.
    Kalau kamu mau ikut preparation class, terdapat beberapa lembaga di Jakarta yang cukup mumpuni: IALFIDPBritish CouncilAIM.
    Tipe Preparation Class berbeda-beda. Ada yang hanya satu minggu (5 pertemuan, 2 jam/hari), Ada yang satu bulan (2 jam/hari). Ada yang jam kerja atau after office hour, atau bahkan ada yang private class.
    Menurut saran seorang teman, lebih baik jarak antara kelas persiapan dan ujian janganlah terlalu jauh jadi semua pelajaran itu masih menempel di otak kita. Kalau gue sendiri mengambil persiapan satu bulan, setiap pulang kerja jam 7 hingga 9 malam. And lucky me, jadwal ujiannya tepat di akhir sesi kelas persiapan.
    Fyi aja, untuk daftar kelas persiapan pun kadang waiting list. Ada beberapa yang harus menunggu satu bulan hingga mendapatkan kepastian kelas. Alhamdulilah, pada saat hari Jumat saya mendaftar saya diinfokan kalau ada satu calon peserta yang membatalkan diri sehingga saya berkesempatan untuk langsung masuk kelas di hari Senin!! Mwahahah 😀
  5. Buat kamu yang tipe belajar otodidak. Ada beberapa web yang sangat useful dan membantu dalam persiapan IELTS. Well, ini gak cuman buat yang belajar otodidak ya. Untuk yang ambil kelas persiapan pun tetap harus belajar selain di kelas ya. Pertama adalah IELTS Blog dan Australia Network. Setidaknya link yang pertama sangat membantu gue karena bisa subscribe email mengenai jenis-jenis ujian IELTS yang dilaporkan oleh “murid-murid” di seluruh dunia. Jadi hampir setiap hari email saya dibanjiri email mengenai tips and trick dalam menghadapi IELTS, soal-soal yang keluar di belahan dunia lain ataupun success story dari peserta IELTS yang dapat band score 9.0! Wow!
  6. Know the structure of the test. Ujian IELTS terbagi menjadi 4 bagian yaitu Reading, Listening, Writing dan Speaking. Some says kalau Writing yang paliiiiing susah. Ada juga yang merasa Reading karena cepat ngantuk. At the beginning of my preparation class I felt weak for every section!! Listening? kenapa mereka ngomongnya cepet bangeeet! Reading? Sebagai orang yang sangat suka baca, gue merasa sangat sedih ketika sulit memahami teks bacaannya. Writing? Well, sebel gak sih liat task 1? haha. Speaking? yang ini alhamdulilah karena gue anaknya bawel jadinya masih bisa diatasi.
    Di saat itu gue tahu kalau ikut kelas persiapan aja enggak cukup. Harus latihan tiap hari! Know your weakness and strength. Pelajari tipe soal. Bikin strategi. Dan latihan!
    Untuk mengatasi listening, tiap hari gue dengerin podcast. Untuk mengatasi reading, gue membiasakan bikin review dari artikel di Jakpost, Jakarta Globe, The Economist etc. Untuk writing, pelajari tipe soal dan cara jawabnya. Dan yang pasti harus mencoba menulis untuk tahu hasil tulisannya.
    Setiap Sabtu gue menghabiskan waktu di perpustakaan tempat les gue, meminjam buku-buku untuk latihan, etc.
  7. Cari informasi sebanyak mungkin. Ke temen. Ke pacar. Ke saudara. Berbagi cerita dan pengalaman. You know, sharing is caring. Kalau kamu cukup care untuk berbagi informasi mengenai apa yang kamu ketahui dan apa yang kamu tidak ketahui, you will be surprised of what you get back in return. Either, another useful information, new friends, pray (yes, saling mendoakan itu penting lho), supports, etc.
  8. Berdoa dan pasrah. In the end, after all of your hard work, God’s hand will play the destiny for you. 🙂

So, that’s the general things that I hope it will be useful for you. Kalau ada yang butuh informasi lebih (seperti strategi menulis essay, e-book latihan soal, etc) just email me to prasetyo.tammi@gmail.com.

Dan apakah ujian IELTS sulit atau mudah? Well, I won’t say its easy. Tapi dengan persiapan yang baik dan usaha maksimal, Insya Allah bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.

Semoga ujian IELTS-nya sukses! Dan sekarang yang lagi gue pusingin adalah ujian DELF A1 yang akan gue jalanin awal bulan Juni nanti hahaha.. 😀 *tenggelam dalam kamus bahasa Perancis*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s