Random Night

Its just another (not so) random night in another city. Karena tadi udah tidur cukup lama jadinya ya gini ga bisa tidur padahal udah jam 2.30 pagi waktu setempat. Kata Ucen nulis aja kalau ga bisa bobok.. So here I am.

Enggak nyangka sekarang udah tanggal 20 Desember 2014 dan sebentar lagi akan memasuki tahun 2015. Setahun ini berjalan sangat cepat dan gue merasa ada banyak kesempatan terbuang. Mungkin gue terlalu fokus di hal-hal yang enggak tepat dan agak sedikit menyesal saat ini. Its not a good year actually karena beberapa target yang direncanakan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. But well, setelah sekian lama merenung dalam kesedihan gue pun sadar ini cara Tuhan untuk menguatkan gue. Seperti layaknya doa-doa yang tidak pernah lupa untuk dipanjatkan, gue selalu berdoa agar selalu dikuatkan dalam setiap langkah. Kekecewaan seringkali membuat kita belajar untuk menerima.. bahwa ada hal-hal yang di luar kendali kita. Dari penerimaan kita pun belajar untuk ikhlas dan lebih kuat. Seperti hal-nya diperlukan rasa ragu agar menjadi lebih yakin.

Tahun 2015 akan lebih berat kalau gue enggak berubah. Setidaknya sudah ada beberapa rencana yang harus direalisasikan. Paling enggak ada satu pelajaran berharga yang diajarkan tahun 2014, mendengar diri sendiri. I should listen to myself more. Ada satu tamparan (bagi gue) besar tahun ini karena akhirnya ada satu kenyataan dan bukti valid kalau ‘gue lebih mudah memahami orang lain, dibanding diri sendiri’. Bagi gue sih itu kelemahan yang selama ini tersembunyi (karena enggak pernah mau gue akui) tiba-tiba dibuka begitu saja. Saat itu sih untuk pertama kali gue mengakui kelemahan gue. Untungnya psikolog yang mendengarkan saat itu memberikan banyak advice yang memang diperlukan. Kalau inget itu saat ini pengen ketawa. Sedih sih tapi ya gimana lagi, this is who I am. Gue harus belajar menerima diri gue sendiri dan belajar untuk mencari tahu apa yang sebenarnya gue mau.

Bukan hal yang mudah. Tapi harus berusaha. Makanya gue suka banget lagu “Adia”. Menurut gue Sarah menyanyikan lagu itu untuk diri dia sendiri karena dia merasa telah mengecewakan dirinya sendiri. Dan begitu pula gue. Sampai saat ini gue pun masih sedikit emosional kalau mengingat hal-hal itu. Cuman gue tahu gue enggak boleh seperti ini lama-lama. Mungkin sekarang gue sedang berada di fase hidup dengan begitu banyak tanda tanya yang harus dicari jawabannya. But I will be fine somehow.. some day. I do believe.

Well, its getting late.

Adios Amigo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s