The One and The Movie We Recently Watched (spoiler!)

Entah kenapa lagi rajin nulis akhir-akhir ini. Good sign. Thanks God finally I can write freely again without burden and fear.

Hari Jumat kemarin edisi Jumaga bareng sama Ucen nonton Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Sebenarnya ada ketakutan sendiri kalau nonton film yang ceritanya diangkat dari novel. Apalagi ini bukan sembarang novel. Dari awal gue baca Supernova, gue jatuh cinta setengah mati sama cerita dan alurnya. Jarang banget gue baca buku dimana penulis perempuan bisa nulis dengan gaya yang maskulin. Walaupun seri pertama Supernova (KPBJ) bukan yang favorit, tapi buku itu yang bikin jatuh cinta sama Dee dan gaya menulisnya. Pikiran pertama pas tau KPBJ mau di film-in adalah kebayang film ini bakal cheesy, karena ini tentang perselingkuhan. Yes, just like my best friend told me.. agak sinetron gitu sebenarnya. Kalau gue sih sebenarnya lebih ke penasaran karakter-karakter itu akan diperankan oleh siapa. Mereka adalah kunci awal dari cerita-cerita selanjutnya. Tokoh favorit gue jelas, Dimas dan Reuben. Terus siapa yang bisa meranin tokoh Diva? Dan ada satu tokoh yang punya peran besar (di buku selanjutnya) yang justru malah dihilangkan perannya di film ini, Gio, si chawpi tuta. Hubungan romane Gio dan Diva yang unik dimana Diva bisa agak lebih “manusia” kalau sama Gio.

Gue sendiri gak mau ekspektasi tinggi tentang film ini. Yeaa expectation sometimes lead to disappointment kan? Jadi lebih baik gak ngarep aneh-aneh. Dan novel ini udah punya banyak die hard fans-nya, jadi bakal jadi super challenging buat produsernya untuk mewujudkan buku ini menjadi sebuah film. Patut diapresiasi keberaniannya haha.

Kesan gue sendiri tentang film ini adalah gue suka banget sama yang meranin Dimas. Muka-nya sweet dan cute banget, cocok sama imajinasi gue tentang Dimas. Alur ceritanya sendiri yahhh.. agak sinetron sih. Tapi itu inti ceritanya kan? When science meet literature? Gimana caranya ngejelasin teori-teori njelimet itu dengan kejadian sehari-hari. Bahwa dibalik semua keteraturan ada sebuah “chaos” yang menunggu meledak untuk mengacaukan sistem yang telah tersusun sedemikian rupa. Bahwa yang keliatannya “sempurna” tapi sebenarnya enggak.

Gue jadi inget beberapa hari yang lalu abis kumpul sama temen-temen les IELTS dulu. Salah satu temen gue mengeluarkan sebuah teori. Coba bandingkan antara 60% + 40% = 100% dengan 60% + 60% = 120%. Walaupun angka 120% terlihat lebih tinggi dibanding 100% tapi it doesnt feel right. When you reach 100%, then you know you are already meet the point. The whole package. But, if you get more than 100% (lets say si 120%), you always seek for more and it doesnt make you stop. Thats the time you know you lose the definition of perfection. Namanya juga manusia pasti enggak pernah puas, kan? Akhirnya kesimpulan ngobrol itu adalah: “you dont have to find the perfect one, you just have to find something that makes you perfect. Who complete you as a whole package. Something that perfect to each other”.

Di cerita KPBJ, dua tokoh utamanya Rana dan Ferre diceritakan kalau memiliki hidup yang sempurna (at least menurut pandangan society). Ferre yang sukses dengan kariernya. Rana yang menikah dengan laki-laki suami-able (karier jelas, disukain orang tua, etc). Sekilas, as an outsider, their life look very perfect. Yet, we don’t know kalau dibalik semua itu ada sebuah kosong yang dalam. Then they met, dan cerita berlanjut seperti yang kita ketahui dalam novel atau film.

Twist yang gue suka dari buku (di film menurut gue enggak tergambar dengan jelas) adalah pertentangan batin Rana untuk mengaku ke suaminya kalau dia memiliki hubungan dengan Ferre. Dan ketika akhirnya dia mau mengaku, justru Arwin (suami Rana) yang mengakui kalau dia sudah tahu selama ini. Dan di titik itu, Arwin justru merelakan Rana apabila ia memilih bersama Ferre. Menurut dia yang paling penting adalah melihat perempuan yang dia cintai bahagia (walaupun harus bersama yang lain) dibandingkan bersama dirinya tapi selalu tersiksa. Konsep cinta itu seharusnya membebaskan yang selama ini dicari Rana justru terdapat di sosok Arwin, suaminya sendiri, yang selama ini dia selalu merasa pernikahannya terasa seperti penjara. Detik itu sebuah perasaan baru muncul di hati Rana, cinta yang dicari ada dalam sosok Arwin. Maka dari itu makna pelukan Rana dan Arwin bukanlah pelukan perpisahan melainkan pelukan kembali pulang.

Terlepas dari cerita Ferre-Rana-Arwin, sosok Supernova sebagai avatar juga menarik. I just wondering if “supernova” is really exist out there. Ketika kita berani mempertanyakan dan meragukan adalah langkah pertama untuk memperbaiki keyakinan. Sebenernya gue lupa kapan pertama baca buku itu, waktu SMP atau SMA, tapi intinya buku itu lumayan berpengaruh dengan pola berpikir gue saat itu.

Di buku-buku selanjutnya, konsep yang diangkat lebih tentang dimensi lain dan kemungkinan ada-nya “kehidupan” lain di luar semesta yang kenal saat ini. Salut sih dengan penelitian Dee soal fungi, ufo, hingga soal traveling in dream! Ibarat hidup ini adalah cermin, we never know ada refleksi hidup kita saat ini di suatu “tempat” lain. Kita enggak tahu kalau kita semua saling terhubung satu sama lain. Ibarat kata, enggak ada hal yang kebetulan, semua terjadi karena ada alasan. Kita aja belum tau alasannya apa. Kalimat klise semacam, apa yang kamu lakukan sekarang akan mempengaruhi masa depanmu itu, its totally true. Semua pilihan sikap yang kamu ambil, turut serta menentukan siapa dirimu. Opto ergo sum, aku memilih maka aku ada.

Yet, it just my humble opinion as a fans sih 🙂 Gue percaya Supernova punya kesan yang berbeda untuk setiap pembacanya. Personally, buku itu yang sedikit banyak membentuk pola pikir gue saat remaja (jiah remaja banget cyin). Jadi enggak sabar nunggu seri selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s