Freedom

I have promise myself not to post anything mellow or blue anymore in this blog. Well, perhaps, I already posted some writes, yet in the end I delete them all. :p

Lets talk about freedom. I do miss to go other city. The last city I visited (yang di luar pulau Jawa ya) was Jayapura. Damn, setengah hati gue kayaknya ketinggalan di kota itu.
Mungkin bagi beberapa orang memiliki ‘kebebasan’ itu privilege mereka, yang sayangnya gue sendiri hanya memiliki kesempatan terbatas untuk mengecap kebebasan itu. Hidup di Jakarta otomatis mengubahmu menjadi robot-robot dengan segala aktifitasnya. Ya bukan berarti gue enggak bersyukur dengan rutinitas gue sekarang. Cuman kadang rutinitas bisa membunuhmu kan? You should out of the shell sometimes.

Terakhir gue merasakan ‘kebebasan’ itu ketika sedang di Manokwari. I only have very limited time before my flight back to Jakarta. Di Manokwari itu mudah banget untuk bepergian karena ada tukang ojek. Enaknya lagi, disana tukang ojek mudah dikenali dengan helm warna kuning plus nomor pengenal mereka. Gue memutuskan pagi itu ke salah satu pantai pasir putih yang enggak jauh dari kota. Sayang banget udah jauh-jauh kesini cuman di hotel doang. Pilihan naik mobil dengan supir itu menggiurkan banget karena enggak perlu panas-panasan, tapi pagi itu gue memutuskan untuk naik ojek. Dan saking bahagia-nya pengen teriak-teriak. Maklum, anak kota besar bisa pergi jauh dari kota besar. Jangan salah lho ya, yang norak itu bukan cuman anak kampung aja. Anak kota juga bisa norak :p

The last time gue ngerasa se bebas itu adalah ketika petualangan gue di NTT itu. Jadi rindu nongkrong di dek kapal, ngeliat hamparan bintang, ngitungin bintang jatuh dan masak mie rebus bareng tentara. :’)

Waktu ke Jayapura mungkin gue lebih beruntung karena dapat teman baru disana. Namanya mas Firman a.k.a Fier dan kak Sarah. Salah satu untungnya punya sifat nekad dan selalu berpikiran positif adalah gue enggak pake mikir dua kali menghubungi si Firman. Yep, I knew Fier from his blog. Tertarik banget dengan Jayapura karena gaya tulisan dia. Dan saat itu desperate banget pengen lari keliling kota-nya sih jadi hanya dia satu-satunya akses untuk ditanya rute yang oke serta keamanan kota tersebut (sayang sekali orang masih menganggap Jayapura gak aman). Untungnya dia mau balas email random gue ini hahaha dan bahkan mau menemani si anak kota ini jalan-jalan dari jam 5 pagi. He showed me some amazing places. Akan ada satu posting tersendiri mengenai itu tentu-nya.

Dari Fier gue belajar bahwa good people always meet good people. At least, dengan ketemu dia gue jadi makin yakin bahwa intuisi gue enggak salah. Kali itu setidaknya hahahaha. But it was a good experience to meet new people and became friends. 🙂

20141101_055518
Jayapura from above

Well have a good day good people

Advertisements

4 thoughts on “Freedom

  1. Good people always meet good people, in the unexpected place and time. I’m beyond glad that you could obtain a precious lesson from the experience, and I’m even way way happier to be part of it. I loved the photo anyway.

    Looking forward to reading the next writing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s