You’ve Got Mail

Image

 

Sebagai anak generasi 90-an, rasanya ketinggalan jaman banget karena belom pernah nonton film Sleepless in Seattle dan You’ve Got Mail. Kedua film tersebut disutradai oleh Nora Ephron dan dibintangi oleh Tom Hanks dan Meg Ryan. Maka weekend kemarin nonton dua film lawas tersebut dengan ekspektasi Sleepless in Seattle lebih oke daripada You’ve Got Mail (karena hampir semua orang berbinar-binar saat ngomongin Sleepless in Seattle). But, for me You’ve Got Mail itu lebih bagus! Banget! Sampe weekend kemarin gue tiga kali nonton film itu!

Sleepless in Seattle menurut gue kurang rasional dari alur cerita dan chemistry antara Tom Hanks dan Meg Ryan. Oke deh, mungkin banyak orang yang bisa simpati denger kisah seseorang dari radio but helloooo love at first sight with the exact person ?? Intinya, ekspektasi gue terlalu tinggi buat film ini.

Lain ceritanya dengan You’ve Got Mail. Gue jatuh cinta banget sama chemistry Tom Hanks dan Meg Ryan. Alur cerita-nya, twist kisahnya, sampai quote The Godfather yang dikutip Tom Hanks. Film ini mengisahkan Kathleen Kelly (Meg Ryan) si pemilik toko buku kecil yang harus bersaing dengan Joe Fox (Tom Hanks) pemilik mega book store yang baru dibangun di seberang  toko buku-nya Kathleen. Ternyata walaupun di kehidupan nyata mereka saingan dan suka gontok-gontokan, tapi tanpa mereka sadari mereka senang mengirim email terhadap satu sama lain tanpa mengungkapkan identitas asli.

What if the person you love is your worse enemy?

Yang paling gue suka dari film ini adalah ketika adegan Kathleen sedang menunggu NY152 (username Joe Fox di email) di sebuah kafe untuk kopi darat. Yang nyata-nya malah Joe Fox yang hadir (the last person on Earth that Kathleen wanna meet), shock mengetahui kenyataan kalau Shop Girl yang dia sukai adalah rival-nya, tapi tidak bisa menghindari kalau Joe sebenarnya tertarik dengan Kathleen. Sedihnya adalah di momen tersebut Kathleen yang selama ini tidak pernah bisa mengungkapkan kekesalannya kepada Joe Fox akhirnya berkata kasar “You are nothing but a suit” kepada Joe. It was a heartbroken moment karena Kathleen merasa orang yang dia tunggu tidak hadir malah bertemu musuh bebuyutannya hingga berkata kasar untuk mengungkapkan kekesalannya. Sementara Joe mengetahui orang yang dia sukai ternyata rivalnya dan harus menerima dikatai seperti itu.

Setelahnya dua email ini yang paling gue suka:

“I’ve been thinking about you. Last night I went to meet you and you weren’t there. I wish I knew why, I felt so foolish. And as I waited, someone else showed up.  A man who has made my professional life in misery. And an amazing thing happened. I was able,for the first time in my life to say the exact thing I wanted to say at the exact moment I wanted to say it. And of course,afterward I felt terrible just as you said I would. I was cruel and I am never cruel.  Eventhough I hardly believe what I said mattered to this man. To him, I am just a bug to be crushed. But what if it did? No matter what he’s done to me, there is no excuse for my behavior. Anyway, I so wanted to talk to you. I hope you have a good reason for not being there last night. You don’t seem like the kind of person who’d do something like that. The odd thing about this form of communication is that you’re more likely to talk about nothing than something. But I just want to say that all this nothing has meant more to me than so many somethings. So thanks.”

“Dear Friend, I cannot tell you what happened last night. But I beg you from the bottom of my heart to forgive me for what happened. I felt terrible that you found yourself in a situation that caused you additional pain. But I’m absolutely sure that whatever you said last night was provoked. Even deserved. Everyone says things they regret when they’re worried or stressed. You’re expecting to see someone you trusted and met the enemy instead. The fault is mine. Someday I’ll explain everything. Meanwhile, I’m still here. Talk to me”.

Dan You’ve Got Mail fix menjadi film favorit gue setelah Love Actually dan A Lot Like Love.

Film ini mengisahkan bagaimana seseorang bisa jatuh hati dengan karakter seseorang yang dikenalnya melalui internet, mengobrol lewat chat dan email. Sebagai anak yang tumbuh besar dengan internet gue ngerasa cerita ini dekat banget dengan kehidupan gue. Gue masih inget waktu dulu nge blog di blogpost (ketika masih jaya jadi blogger haha) bisa kenal banyak orang dan bisa merasa dekat satu sama lain karena cerita yang mereka bagi di blog. Mulai dari blog, suka chatting bareng dan ada beberapa yang jadi kawan beneran.

That was good old times

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s