Semoga Belum Terlambat

2013 was the year of my irresponsible life. Kenapa saya bilang begitu? Terlepas dari segala pencapaian yang telah saya dapatkan di tahun kemarin, saya juga melakukan banyak kesalahan. I am the person that being selfish and let myself into troubles. Mulai dari semenjak tahun 2011 (ngotot) mempertahankan hubungan dengan laki-laki beda agama (dan berakhir pada lebaran 2013) and having affairs. I knew I was heartbroken and hurt, tapi bukannya moving on dengan cara yang aman malahan menjerumuskan diri dalam rasa sakit hati yang lain.

Until I met him.

Di suatu percakapan di sebuah bandara sembari menunggu waktu boarding, dia mengatakan sesuatu yang menyentuh:

“Saat itu aku cuman mikir aku bosan hidup seperti itu. Mau jadi orang baik aja dan jalani hidup lebih baik. Entah kenapa Allah selalu mengingatkan Mas kalau hidup Mas tinggal sebentar lagi”

Orang ini kira-kira 10 tahun lebih tua umurnya. Di balik sikapnya yang suka ngeledek dan bercanda, pada dasarnya senang mengingatkan dan menasihati. Dia bukan orang sok baik atau sok suci yang merasa paling benar. Dia pun mengaku waktu muda juga bandel dan melakukan hal-hal yang rasanya tidak perlu dijelaskan disini. Hingga satu titik dia merasa apa yang sudah dia lakukan telah melewati batas dan lebih baik ‘bertobat’ dan kembali ke jalan yang benar. Katanya bosan jadi bandel, lebih tenang kalau jadi baik.

Tanpa bersifat menggurui, dia selalu bisa memberikan masukan-masukan serta mengkritik gue. Dan entah kenapa apa yang dia katakan itu selalu benar dan tepat. Mungkin memang ada orang dengan bakat-bakat khusus seperti itu yang dikirimkan di hidup kita agar kita diingatkan untuk kembali ke jalan yang benar.

Maka dari itu, melalui tulisan ini pun saya berpikir sudah tidak ada guna-nya bermain-main (hati) lagi. Hidup menjadi tidak tenang, rasanya gundah, dan mau tidak mau merasa bersalah. Kalau kata Beyonce, what goes around comes back around. Saya percaya hukum karma. Saya percaya Tuhan tidak tidur dan dalam diam menyaksikan apa saja yang telah saya lakukan. Saya percaya semesta memiliki cara-nya sendiri dalam hidup ini. Semoga belum terlambat untuk memperbaiki apa yang telah terjadi.

Terima kasih untuk kakakku, Mas yang paling baik walaupun suka resek hehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s